Contoh CV
Contoh CV UX/UI Designer & Panduan Portofolio 2026
CV UX/UI designer hidup atau mati karena link portofolio, tapi CV itu sendiri tetap harus membuktikan kamu bisa mengaitkan keputusan desain dengan hasil bisnis dan pengguna. Panduan ini membedah persis cara menyusun bukti itu, dari framing studi kasus hingga metrik yang benar-benar dicari perekrut.
UX/UI designer meriset kebutuhan pengguna, merancang wireframe dan interface high-fidelity, membangun dan memelihara design system, serta menjalankan usability test untuk memvalidasi keputusan sebelum handoff ke engineering. Perekrut dan hiring manager memindai CV untuk mencari link portofolio yang berfungsi terlebih dahulu, lalu bukti proses: metode riset yang dipakai, tools (Figma, FigJam, Maze), kolaborasi dengan produk dan engineering, serta hasil terukur seperti kenaikan konversi, task-completion rate, atau berkurangnya tiket support. CV penuh kata sifat visual tanpa link portofolio atau data hasil terbaca sebagai junior atau belum terbukti, terlepas dari level skill sesungguhnya.
Keterampilan Utama
- Riset pengguna (interview, usability testing, survei)
- Wireframing dan prototyping (Figma, Sketch, Adobe XD)
- Design system dan component library
- Interaction design dan micro-interaction
- Information architecture
- Aksesibilitas (kepatuhan WCAG 2.1 AA)
- A/B testing dan eksperimen desain
- Kolaborasi lintas fungsi dengan PM dan engineering
- Fasilitasi design critique
- Desain responsive dan mobile-first
- Design token dan handoff (Figma Dev Mode, Zeplin)
- Keputusan desain berbasis data (Mixpanel, Amplitude, Hotjar)
Contoh Poin CV
- Junior UX/UI designer: Merancang ulang alur onboarding untuk aplikasi mobile fitness, menurunkan tingkat pengabaian pendaftaran dari 38% menjadi 21% berdasarkan studi usability moderated dengan 12 partisipan.
- Mid-level, product design: Memimpin desain end-to-end untuk redesign alur checkout, meningkatkan pembelian yang selesai sebesar 17% dan menurunkan rata-rata waktu checkout dari 94 detik menjadi 61 detik.
- Mid-level, design system: Membangun component library berisi 60+ komponen Figma yang bisa dipakai ulang dan diadopsi 5 tim produk, memangkas waktu desain fitur baru rata-rata 30%.
- Senior UX/UI designer: Mengarahkan redesign dashboard analitik B2B dari riset hingga peluncuran, meningkatkan task-completion rate dari 64% menjadi 89% dan mengurangi tiket support terkait sebesar 41% dalam satu kuartal.
- Senior, fokus aksesibilitas: Mengaudit dan memperbaiki 45 layar sesuai standar WCAG 2.1 AA, membawa produk dari 62% menjadi 98% kepatuhan aksesibilitas otomatis sebelum tinjauan hukum.
- Lead / design manager: Menumbuhkan tim desain dari 2 menjadi 6 orang, membangun proses critique mingguan dan design-ops, serta memangkas rata-rata waktu handoff desain-ke-dev dari 9 hari menjadi 3 hari.
Kata Kunci ATS
- UX design
- UI design
- riset pengguna
- wireframing
- prototyping
- Figma
- usability testing
- design system
- interaction design
- information architecture
- aksesibilitas (WCAG)
- responsive design
- user persona
- A/B testing
- design handoff
Kesalahan Umum
- Tidak menyertakan link portofolio, atau menautkan ke portofolio yang lambat, rusak, atau usang. — Letakkan link portofolio yang berfungsi dan terbaru tepat di bagian paling atas CV dan tes setiap link sebelum melamar.
- Mendeskripsikan studi kasus hanya dari segi visual ('membuat interface yang bersih dan modern'). — Bingkai setiap proyek dengan masalah, proses, dan hasil terukur, lalu cerminkan struktur itu di poin-poin CV.
- Mendaftar tools tanpa menunjukkan apa yang dibangun dengannya. — Pasangkan nama tools dengan deliverable dan hasilnya, misalnya 'Membuat prototype di Figma dan memvalidasinya dengan usability test 8 pengguna, meningkatkan task success rate 22%.'
- Memperlakukan UX dan UI seolah bisa dipertukarkan dan mencampur pekerjaan riset dengan pekerjaan visual. — Pisahkan poin riset/strategi dari poin desain visual/interaksi agar perekrut bisa melihat cakupan penuh peranmu.
- Melewatkan pengalaman aksesibilitas dan design system sama sekali. — Sebutkan secara eksplisit pekerjaan kepatuhan WCAG atau kontribusi component library; keduanya sudah jadi kriteria seleksi standar di perusahaan menengah dan besar.
Tips Format
- Letakkan URL portofolio tepat di bawah namamu, diformat sebagai link yang bisa diklik, bukan sekadar teks polos.
- Gunakan layout CV yang bersih dan minimal yang mencerminkan selera desainmu; CV yang berantakan merusak kredibilitas kandidat desain.
- Susun pengalaman berdasarkan dampak proyek, bukan sekadar kronologi, terutama untuk pekerjaan freelance atau agency dengan beragam klien.
- Sertakan baris 'Tools' singkat (Figma, FigJam, Maze, Principle) daripada awan skill yang besar.
- Jika kamu punya video walkthrough studi kasus (Loom), tautkan di poin yang relevan.
- Batasi satu halaman untuk pengalaman di bawah 6 tahun; biarkan portofolio yang membawa kedalaman visual.